napocut Reveals Strategy to Build Consumer Trust at TERANG with the Ministry of Trade

napocut Ungkap Strategi Bangun Kepercayaan Konsumen di TERANG Bersama Kemendag

Kamis, 11 September 2025, Founder sekaligus Chief Production Officer napocut, salah satu brand pelopor hijab segiempat yang telah membersamai wanita muslim Indonesia sejak 20 tahun yang lalu, Zada Amanda hadir dalam lokakarya TERANG: Membangun Transparansi dan Kepercayaan antara Pelaku Usaha dan Konsumen yang berlangsung di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkolaborasi dengan Lazada Indonesia. Lebih dari 200 pelaku usaha dari berbagai sektor turut hadir, menunjukkan tingginya antusiasme dalam mewujudkan ekosistem perdagangan yang sehat, adil, serta mendorong peran UMKM di era digital.

Dalam forum tersebut, Zada Amanda berkesempatan membagikan pengalaman napocut dalam menjaga transparansi sekaligus membangun hubungan penuh kepercayaan dengan konsumen yang akrab disebut nicePeople.

Mendengarkan Pelanggan dan Memberikan Solusi yang Tepat

Menurut Zada Amanda, langkah pertama yang selalu dilakukan napocut adalah mendengarkan konsumen dengan penuh perhatian. Sebab mayoritas pelanggan napocut adalah perempuan, yang mencapai 85 hingga 90 persen dari total customer.

“Biasanya, yang pertama kami lakukan adalah mendengarkan dulu. Setelah itu, kami lakukan cross-check untuk memastikan akar masalahnya di mana. Apakah berasal dari internal kami, dari pelanggan, atau mungkin dari faktor eksternal. Dari situ baru kami bisa memberikan solusi yang cepat sekaligus tepat,” jelas Zada Amanda.

Ia menambahkan, kecepatan memang penting, tetapi tanpa ketepatan justru bisa menimbulkan masalah baru. Karena itu, napocut selalu berusaha menyajikan solusi yang benar-benar menyentuh inti permasalahan agar pelanggan merasa aman dan percaya.

Transparansi Produk yang Membuat Konsumen Nyaman

Transparansi juga menjadi salah satu nilai utama yang dijunjung napocut. Hal ini diwujudkan secara nyata melalui hang tag yang melekat pada setiap produk.

Hang tag napocut tidak sekadar berisi label, tetapi dilengkapi informasi lengkap mulai dari barcode cara perawatan, nama produk, nama warna, harga, hingga kode warna. Detail tersebut membuat konsumen merasa lebih nyaman karena mereka tahu persis apa yang dibeli.

Bagi napocut, transparansi sederhana seperti ini adalah fondasi penting untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

UMKM Perlu Berani Memaksimalkan Potensi Digital

Selain berbagi tentang pengalaman napocut, Zada Amanda juga menekankan pentingnya keberanian UMKM dalam memanfaatkan peluang digital. napocut sendiri, yang selama ini dikenal dengan produk hijab, mulai melakukan inovasi dengan menghadirkan lini baru.

“Kami melihat ada kebutuhan dari para muslimah yang ingin tetap berolahraga tetapi belum menemukan busana olahraga yang sesuai. Dari situ kami menghadirkan EasyOn, koleksi sportswear untuk mendukung muslimah tetap aktif. Ternyata lini ini juga diterima dengan baik oleh perempuan yang tidak berhijab,” ungkap Zada Amanda.

Hadirnya EasyOn juga tidak terlepas dari meningkatnya tren hidup sehat di masyarakat. Semakin banyak orang yang aktif berolahraga membuat kebutuhan akan busana olahraga yang nyaman, praktis, dan sesuai nilai personal semakin tinggi, sehingga napocut melihat ini sebagai peluang untuk memperluas pasar.

Langkah ini menjadi bukti bahwa UMKM bisa tumbuh lebih besar ketika berani membaca peluang, menghadirkan inovasi, dan menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Optimisme Membangun Ekosistem Perdagangan Sehat

Partisipasi napocut dalam acara TERANG menjadi pengingat bahwa kepercayaan konsumen hanya bisa dibangun melalui konsistensi. Mulai dari mendengar keluhan pelanggan, menghadirkan solusi yang tepat, menyajikan transparansi informasi, hingga berani berinovasi sesuai kebutuhan pasar.

Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, napocut optimis dapat terus menghadirkan produk yang bukan hanya fungsional tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi setiap nicePeople.