
Hari ini, suasana di Aminta Hall terasa hangat dan penuh vibes positif, nicePeople! Kamis, 4 Desember 2025, adalah hari yang sudah kita nantikan. napocut bersama Hijab Community menggelar Kajian Tahunan spesial di penghujung tahun ini!
Acara ini bukan hanya ajang kumpul-kumpul lho, tapi ini adalah momen kita untuk "mengisi ulang baterai" keimanan kita. Harapannya, kajian tahunan ini sebagai refleksi akhir tahun, sebuah jeda sejenak untuk menengok perjalanan yang telah dilalui, sekaligus menjadi bekal untuk menyambut tahun depan.
Apa yang membuat Kajian Tahunan kali ini berbeda?

Salah satu hal yang membuat Kajian Tahunan kali ini berbeda dan istimewa adalah kolaborasi yang sangat spesial dan penuh makna. Setiap nicePeople yang hadir berkesempatan membawa pulang goodie bag yang isinya tidak hanya produk napocut dan gift menarik lainnya, tetapi juga notebook spesial yang menjadi highlight utama kami.
Cover depan notebook ini menampilkan ilustrasi hasil kolaborasi dengan Tauvik Setiyawan, atau yang dikenal dengan akun Instagram @sadeyanmi. Beliau adalah seorang penjual bakmi asal Semarang yang juga memiliki talenta luar biasa dalam pembuatan gambar atau ilustrasi.
Saat napocut memberi arahan untuk membuat ilustrasi bertema “Tenang, biar Allah yang urus,” Tauvik menghasilkan karya yang terinspirasi dari hujan, dengan makna bahwa ia melihat banyak orang panik, termasuk dirinya sebagai pedagang yang khawatir dagangannya tidak laku, atau pegawai yang takut macet dan terlambat saat turun hujan. Pesan yang ingin ia sampaikan adalah agar semua orang tetap tenang, banyak berdoa saat hujan, dan menyerahkan segalanya kepada Allah Ta'ala
Begini Momen Seru nicePeople Sebelum Kajian Dimulai
Acara dibuka dengan berkesempatan belanja produk napocut dan registrasi yang super tertib, di mana nicePeople disambut langsung oleh #TeamNAPOCUT dan Team HC (Hijab Community). Semangat pagi nicePeople benar-benar luar biasa!
Sebelum memasuki sesi inti, napocut dengan mengajak nicePeople untuk saling menyapa dan mengenal teman-teman baru di sekitarnya. Kami percaya, kadang dari pertemuan kecil seperti ini bisa lahir koneksi baik yang terus bertumbuh dan membawa banyak kebaikan. Suasananya pun langsung terasa lebih hangat, santai, dan nyaman untuk memulai acara bersama.
Tak ketinggalan, ada sambutan dari Zada Amanda, Owner dan Chief of Production napocut. Dalam sambutannya, Zada menegaskan bahwa:
“Sesuai dengan tagline kita, napocut ingin melangkah bersama para wanita muslim di setiap fase kehidupannya. Kajian ini hadir sebagai bentuk membersamai perjalanan itu agar kita bisa bertumbuh, belajar, dan saling menguatkan.”
Momen ini adalah ajang warm-up yang hangat dan mempererat rasa kekeluargaan sebelum kita akhirnya siap menyambut materi utama dari Ustadz Abu Fahd Ega.
Tenang, Biar Allah yang Urus: Kunci Ketenangan di Tengah Hiruk Pikuk Dunia
Menjadi seorang muslimah di era serba cepat ini penuh tantangan. Seringkali kita bergulat dengan overthinking, tuntutan peran, hingga kekhawatiran masa depan. Rasanya, semua harus diatur dan dikontrol sendiri. Nah, tema Kajian Tahunan napocut kali ini, “Tenang, Biar Allah yang Urus” bersama Ustadz Abu Fahd Ega.
Tema ini adalah ajakan tulus kembali kepada inti ketenangan: tawakkal kepada Allah. Ustadz Abu Fahd Ega menekankan bahwa tugas kita adalah ikhtiar yang benar, bukan mengontrol hasil. Sebab, “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya milik Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 154).
Saat membuka kajian, Ustadz Abu Fahd Ega menyampaikan bahwa setiap kali hati dipenuhi gelisah dan pikiran terasa sesak, tempat terbaik untuk kembali adalah Al-Qur’an. Beliau menegaskan: “Al-Qur’an adalah sebaik-baiknya petunjuk atas segala keraguan kita.”
Menemukan Solusi di Al-Qur’an
Di tengah lautan masalah dan kekhawatiran yang seolah tak berujung, kita seringkali mencoba mencari penyelesaian dari berbagai sumber. Namun, Ustadz Abu Fahd Ega mengingatkan bahwa solusi yang paling menenangkan dan menyelesaikan masalah hingga ke akarnya hanya ada pada satu hal, yaitu menyerahkan segala urusan kembali kepada Sang Pencipta.
Setelah kita berikhtiar semaksimal mungkin, kita harus menyadari bahwa kebahagiaan sejati terletak pada penyerahan diri. Itulah sebabnya, beliau menyimpulkan bahwa:
“Solusi terbaik yang ditawarkan oleh Al-Qur’an adalah tawakal atau bergantung kepada Allah, itu solusi yang paling baik untuk keluar dari masalah kita.”
Memahami Kedalaman Makna Tawakal
Tawakal bukan berarti berdiam diri dan tanpa usaha. Ustadz Abu Fahd Ega memberikan sebuah perumpamaan yang sangat kuat untuk menjelaskan kedalaman makna tawakal yang sesungguhnya.
Perumpamaan ini mengajarkan bahwa tawakal adalah kepasrahan total dan keyakinan mutlak pada pengaturan Allah, setelah kita melakukan ikhtiar terbaik kita, hingga kita tidak lagi memiliki daya dan upaya atas hasil. Beliau mencontohkan, agar kita merenungkan:
“Tawakal itu bergantungnya manusia kepada Allah sampai seperti bergantungnya seorang mayit ketika dimandikan.”
Prioritas dalam Permintaan dan Doa
Dalam sesi tanya jawab (Q&A), salah satu nicePeople mengajukan pertanyaan menarik seputar etika meminta kepada Allah: “Benarkah kita harus mengawali keinginan dengan bershalawat?”, Ustadz Abu Fahd Ega kemudian meluruskan prioritas ibadah kita ketika memiliki suatu hajat atau permintaan besar, yaitu kembali pada perintah inti untuk berdoa yang diajarkan oleh syariat.
Oleh karena itu, Ustadz Abu Fahd Ega memberikan arahan yang jelas:
“Kalau kita memiliki sebuah permintaan yang utama dikerjakan itu berdoa kepada Allah bukan bersholawat.”
Dalam keseluruhan kajian “Tenang, Biar Allah yang Urus”, Ustadz Abu Fahd Ega secara tegas menyimpulkan bahwa kunci untuk keluar dari sesak dan hiruk pikuk kehidupan modern bukanlah dengan upaya kontrol yang melelahkan, melainkan dengan mempraktikkan tawakal.
Tawakal yang dimaksud adalah gabungan antara ikhtiar maksimal yang sesuai syariat dan penyerahan diri total atas hasil, meyakini bahwa hanya jalan Allah-lah yang terbaik.
Sampai Jumpa di Kajian Tahunan napocut Selanjutnya, nicePeople!

Di area luar kajian, para nicePeople disambut dengan backdrop spesial dari napocut yang langsung mencuri perhatian. Desainnya simple tapi elegan, lengkap dengan sedikit cerita tentang napocut.
Salah satu yang bikin backdrop ini makin berkesan, ada juga terjemahan ayat Al-Qur’an. Jadi selain estetik, ada pesan lembut yang menyentuh. Nggak heran, spot ini jadi tempat foto favorit; ada yang foto sebelum atau setelah kajian.
Acara ditutup dengan sesi yang tak kalah seru! MC memberikan 3 pertanyaan singkat kepada audiens seputar materi kajian. Siapa yang bisa menjawab dengan benar, ia mendapatkan hadiah spesial! Masya Allah, berkah banget ya, pulang bawa ilmu sekaligus hadiah!