Mau ikut Jakarta Running Festival 2026, tetapi ini bakal jadi pengalaman lari 5K atau 10K pertamamu? Kalau iya, yuk, simak tips lari 5K dan 10K untuk pemula agar kamu bisa mempersiapkan diri dengan lebih percaya diri.
Excited sekaligus deg-degan itu wajar banget, nicePeople! Apalagi kalau biasanya kamu lebih sering jalan santai atau baru mulai rutin berlari beberapa waktu terakhir.
Kabar baiknya, kamu nggak harus langsung punya kecepatan seperti pelari berpengalaman untuk menikmati lomba pertamamu. Dengan strategi yang sesuai kemampuan, persiapan yang konsisten, dan outfit yang nyaman, kamu bisa menjalani race dengan lebih percaya diri.
Sebelum hari perlombaan tiba, yuk, kenali dulu kategori 5K dan 10K di JRF 2026, lalu simak tips lari untuk pemula berikut ini!
Mengenal Kategori 5K dan 10K di JRF 2026
Jakarta Running Festival (JRF) 2026 akan berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Festival ini menghadirkan berbagai kategori lari, termasuk 5K dan 10K, yang bisa menjadi pilihan bagi pelari dengan pengalaman dan target berbeda.
Meski jaraknya relatif lebih pendek dibandingkan half marathon atau marathon, bukan berarti kamu bisa mengabaikan persiapan Jakarta Running Festival 2026.
Memahami kemampuan tubuh dan membangun kebiasaan berlari secara bertahap tetap penting agar pengalaman lombamu terasa lebih nyaman.
Lalu, apa perbedaan 5K dan 10K?
-
5K (5 kilometer): Pilihan yang bisa dipertimbangkan oleh pemula yang ingin mencoba pengalaman lomba lari untuk pertama kalinya. Jarak ini juga cocok untuk menguji konsistensi berlari dan membangun kepercayaan diri.
-
10K (10 kilometer): Menawarkan tantangan jarak yang lebih panjang. Selain stamina, kamu perlu lebih memperhatikan pengaturan kecepatan dan energi agar bisa menyelesaikan lomba dengan nyaman.
Sebelum menentukan strategi, pastikan kamu mengecek jadwal, waktu start, batas waktu penyelesaian, serta ketentuan kategori melalui informasi resmi JRF.
Pilih target yang sesuai dengan kondisi fisik dan latihanmu, bukan semata-mata mengikuti pilihan teman.
Strategi Lari untuk Pemula
Kunci menjalani lomba pertama bukan hanya berlari secepat mungkin, melainkan menemukan ritme yang bisa kamu pertahankan.
Berikut strategi lari 5K atau 10K untuk nicePeople yang masih pemula:
1. Atur Pace dengan Metode Lari-Jalan
Pernah merasa napas sudah terengah-engah padahal baru berlari beberapa menit? Bisa jadi kamu memulai dengan kecepatan yang terlalu tinggi untuk kondisi tubuhmu saat ini.
Salah satu strategi yang bisa dicoba adalah metode run-walk, yaitu mengombinasikan lari dan jalan kaki dalam interval tertentu. Metode ini juga digunakan dalam program latihan pemula seperti NHS Couch to 5K untuk membantu tubuh beradaptasi secara bertahap.
Sebagai contoh, kamu bisa mencoba berlari selama 1–2 menit, kemudian berjalan selama 1 menit. Ulangi sesuai kebutuhan dan sesuaikan intervalnya dengan kenyamanan tubuh.
Angka ini bukan aturan wajib, ya, nicePeople. Kamu bisa memulai dengan durasi lari yang lebih singkat jika memang belum terbiasa.
Supaya strategi ini lebih efektif, perhatikan beberapa hal berikut:
-
Mulai dengan santai
-
Gunakan interval yang sudah dilatih
-
Jaga konsistensi
2. Atur Napas dan Posisi Badan
Selain mengatur pace, teknik bernapas dan posisi tubuh juga perlu diperhatikan. Ketika mulai lelah, kamu mungkin tanpa sadar membungkukkan badan, mengangkat bahu, atau mengambil langkah terlalu lebar.
Coba perhatikan beberapa hal berikut saat berlari:
-
Jaga postur tetap rileks
-
Merilekskan bahu dan tangan
-
Atur napas sesuai intensitas
Kamu juga bisa menggunakan talk test sebagai panduan sederhana untuk mengukur intensitas.
Jika masih bisa berbicara dalam kalimat pendek saat berlari, intensitasnya mungkin masih sesuai untuk lari santai. Namun, jika kamu kesulitan mengucapkan beberapa kata karena kehabisan napas, perlambat langkah atau beralih ke jalan kaki.
3. Jangan Mencoba Hal Baru di Race Day
Hari perlombaan memang terasa spesial. Namun, sebaiknya jangan menjadikannya waktu untuk bereksperimen dengan kebiasaan yang belum pernah kamu coba.
Ada beberapa hal yang sebaiknya sudah kamu kenali sebelum race day:
-
Makanan dan minuman
Pilih sarapan yang sudah familiar dan tidak membuat perut terasa tidak nyaman. Hindari mencoba makanan, minuman energi, atau suplemen baru tepat sebelum lomba. -
Sepatu dan outfit
Gunakan sepatu lari serta pakaian yang sudah pernah dipakai latihan. Pastikan tidak ada bagian yang menyebabkan lecet, terlalu ketat, atau mengganggu gerakan. -
Strategi lari
Gunakan pace dan interval lari-jalan yang sudah kamu coba sebelumnya. Tidak perlu mengubah strategi hanya karena melihat pelari lain berlari lebih cepat.
Jangan lupa melakukan pemanasan ringan sebelum mulai berlari dan menyesuaikan asupan cairan dengan kebutuhan tubuh serta kondisi cuaca.
Jika kamu merasa pusing, mengalami nyeri yang tidak biasa, atau sesak napas yang tidak wajar, hentikan aktivitas dan cari bantuan yang sesuai.
Tujuan utamanya adalah memberi tubuh kesempatan untuk bekerja sesuai kemampuan, bukan memaksanya melakukan sesuatu yang belum siap dijalani.
Outfit Nyaman untuk Lomba Pertama

Selain latihan, outfit juga menjadi bagian penting dari persiapan lari. Pakaian yang nyaman membantu kamu lebih fokus pada gerakan dan ritme berlari, tanpa terus-menerus terganggu oleh bahan yang terasa panas, pakaian yang bergeser, atau potongan yang membatasi langkah.
Bagi nicePeople yang mencari outfit sportswear, kamu bisa mempertimbangkan atasan dan bawahan olahraga yang mendukung keleluasaan bergerak sekaligus memberi tampilan yang stylish dari napocut.
Soraya Jersey Top dan Legging Pants
Kalau kamu sedang menyiapkan outfit untuk JRF 2026, koleksi EasyOn x Soraya Larasati bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.
Soraya Jersey Top dirancang dengan bahan Nylon Elastane Mesh yang memiliki karakter breathable untuk membantu sirkulasi udara, sehingga cocok dipertimbangkan untuk aktivitas luar ruangan.
Atasan ini juga dilengkapi perlindungan UPF 50, watch window untuk memudahkan melihat layar smartwatch, serta thumbholes pada lengan.
Untuk bawahannya, Soraya Legging Pants menggunakan bahan Poly Elastane yang memiliki fitur breathable, dry fit, UPF 50, serta tali pinggang yang dapat disesuaikan.
Potongan slim fit-nya mengikuti bentuk tubuh, sehingga kamu bisa mempertimbangkannya untuk latihan maupun aktivitas olahraga lainnya.
Untuk mendapatkan kombinasi yang nyaman, pastikan ukuran atasan dan bawahan sesuai dengan tubuhmu. Coba keduanya saat latihan untuk memastikan bahan, potongan, dan detail pakaian tidak mengganggu gerakan.
Target Realistis untuk Lomba Pertama
Saat melihat pelari lain membagikan personal best atau target waktu mereka, kamu mungkin ikut terpacu untuk mendapatkan hasil serupa. Motivasi seperti ini boleh aja, tetapi jangan sampai membuatmu menetapkan target yang kurang sesuai dengan kondisi tubuh.
Untuk lomba pertama, target yang realistis bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menyelesaikan jarak yang dipilih, mempertahankan ritme yang nyaman, atau menjalankan strategi lari-jalan sesuai rencana.
Berikut beberapa cara untuk menentukan target yang lebih masuk akal:
-
Sesuaikan dengan hasil latihan
-
Prioritaskan konsistensi, bukan kecepatan
-
Buat target alternatif
-
Apresiasi setiap pencapaian
Perlu diingat, persiapan untuk 5K dan 10K tetap membutuhkan waktu. Kalau JRF 2026 akan menjadi lomba pertamamu dan kamu belum sempat berlatih secara konsisten, jangan memaksakan program latihan intensif dalam waktu singkat.
Jadi, sudah siap menyambut Jakarta Running Festival 2026, nicePeople? Siapkan tips dan strategi lari 5k dan 10k dengan baik, pilih outfit yang nyaman, dan nikmati setiap langkah menuju garis finis.
Semoga pengalaman lari pertamamu menjadi awal yang menyenangkan untuk perjalanan lari berikutnya.