
Peluncuran Ruang Rasa: Raya Collection tahun ini menjadi perjalanan yang penuh makna bagi napocut. Kami ingin koleksi ini lebih dari sekadar pelengkap penampilan, tetapi menjadi teman setia bagi setiap wanita untuk kembali mengenali diri di tengah keberagaman rasa yang hadir.
Sebagai bagian dari perjalanan tersebut, napocut berkolaborasi dengan Ibunda.id menghadirkan ruang reflektif dalam webinar "Memeluk rasa, Menyambut Raya". Acara dibuka dengan hangat oleh Zada Amanda, Chief Production Officer napocut.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dedikasi napocut untuk terus menjadi wadah pendukung bagi perempuan. "Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan Ibunda.id untuk berbagi insight bermakna. Semoga kita semua bisa #MelangkahBersama menjadi versi diri yang lebih baik," ungkapnya.
Sesi utama dipandu oleh Dyah Ayu Kartika Paramita, M.Psi., seorang psikolog yang juga memiliki ikatan personal dengan napocut. Sebagai seorang mualaf, Kak Dyah pertama kali mengenal hijab melalui napocut. Meski sempat bereksplorasi dengan berbagai label lain, pencariannya selalu kembali pada kenyamanan Hijab Segiempat Paris napocut yang tak tergantikan, hingga kini beliau mengoleksi berbagai varian warnanya.
Saat Emosi Menjadi Bahasa Kebutuhan Jiwa

Sebelum masuk ke materi inti, Kak Dyah mengajak peserta untuk mengambil jeda sejenak, menarik napas panjang, merilekskan bahu, dan menyadari apa yang sedang dirasakan tubuh. Di momen hening itu, kita diingatkan bahwa emosi bukanlah gangguan, melainkan "bahasa kebutuhan jiwa" yang perlu didengarkan.
Berikut adalah beberapa insight menarik dari sesi kita hari ini (28/2):
- Bukan "Baper", Kamu Hanya Sedang Lelah: Sensitivitas yang meningkat saat Ramadhan adalah hal yang nyata. Perubahan ritme biologis, sering kali berbenturan dengan tingginya tuntutan sosial bagi perempuan. Ingat ya, kamu tidak terlalu sensitif; kamu hanya sudah terlalu lama mencoba kuat dan kini butuh waktu untuk "pulang" ke diri sendiri.
- Berhentilah Sebelum "Selesai": Banyak dari kita baru memberi izin diri untuk beristirahat saat semua urusan tuntas. Padahal, emosi membutuhkan jeda justru sebelum semuanya mencapai titik jenuh. Jeda merupakan melainkan kebutuhan regulasi emosi agar kita bisa kembali dengan hati yang lebih utuh.
- Merawat Diri untuk Menjaga Suasana Rumah: Perempuan sering kali menjadi penentu suasana emosional di rumah. Kondisi rumah sangat dipengaruhi oleh kondisi emosi sang ibu atau istri. Oleh karena itu, merawat emosi diri bukan tindakan egois, melainkan cara agar kamu bisa menjadi "rumah" yang hangat bagi keluarga.
Ruang Aman untuk Saling Menguatkan
Memasuki sesi tanya jawab, antusiasme nicePeople dari berbagai latar belakang terasa begitu luar biasa. Ruang virtual seketika berubah menjadi tempat setiap cerita dan keresahan diterima tanpa dihakimi. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik indahnya persiapan Hari Raya, ada perasaan-perasaan yang perlu kita dekap bersama.
Sebagai penutup, Kak Dyah menekankan bahwa pakaian bukan sekadar tentang bagaimana kita ingin terlihat baik di mata orang lain, tetapi tentang bagaimana kita menghargai momen yang sedang dijalani. Melalui Ruang Rasa: Raya Collection, kami berharap setiap helai pakaian yang dikenakan bisa menjadi teman setia yang menemani setiap rasa, membantu kita tetap menjadi diri sendiri yang utuh di tengah berbagai peran yang dijalani.
Terima kasih untuk semua nicePeople yang sudah ikut berproses bersama kami. Sampai bertemu di ruang refleksi selanjutnya!