Kenali Diri dan Berani Jadi Diri Sendiri, Begini Caranya!

Kenali Diri dan Berani Jadi Diri Sendiri, Begini Caranya!

Kemajuan zaman memberi pengaruh ke diri seseorang. Tidak perlu jauh-jauh, paparan media sosial saja bisa mengubah sikap dan perilaku kita. Bahkan banyak yang berusaha membentuk image berbeda dari dirinya agar disukai orang-orang di media sosial. Oleh karena itu, kita perlu tetap berusaha menjadi diri sendiri dan menjalani kehidupan yang mencerminkan realita. Bagaimana caranya? Jangan lewatkan pembahasan di bawah ini ya, nicePeople.

Mengenali Diri Sendiri

Menjadi diri sendiri artinya memiliki kesadaran tinggi tentang siapa diri kita, apa yang kita inginkan, serta mampu mengekspresikan diri secara jujur. Kamu mampu bertindak dengan cara yang menunjukkan jati diri kamu (authentic self), tanpa kepalsuan. Di sini kamu berani mengungkapkan diri (self revelation) sebenar-benarnya secara menyeluruh.

Mengutip dari Soul Salt, autentik termasuk:

  • Menyampaikan pendapat pribadi secara jujur dengan cara yang tepat
  • Membuat keputusan yang selaras dengan nilai dan kepercayaan kamu
  • Mengejar minat (passion) atau hal yang kamu suka
  • Mendengar suara hati yang membimbing kamu untuk maju
  • Membuka diri
  • Menetapkan batasan dan menjauhkan diri dari situasi yang merugikan (toxic)

Sebelum menunjukkan jati diri, kamu perlu tahu siapa kamu sebenarnya. Baru kemudian bisa melakukan self revelation. Agar mencapai hal tersebut, tentunya kamu memerlukan kesadaran diri (self-awareness), kesadaran penuh (mindfulness), dan penerimaan diri (self-acceptance).

Di era kemajuan teknologi, memang semakin sulit untuk menjadi diri sendiri. Kita dikepung dengan segala informasi mengenai kehidupan orang lain, keinginan menjadi sosok berbeda, sampai adanya aturan cara mengekspresikan diri. Segala pengaruh tersebut secara perlahan mengurangi kemampuan kita menjadi diri sendiri. Padahal menyembunyikan siapa diri kamu sebenarnya bisa memicu rasa kesepian, merasa tidak berharga atau malah memutus hubungan kamu dengan orang lain.

Berani Menjadi Diri Sendiri

Menjadi jujur pada diri sendiri merupakan praktik seumur hidup. Hal ini membutuhkan komitmen jangka panjang. Jawaban atas apa yang benar menurut kamu, ada pada hati kecil. Coba mulai beri diri kamu kesempatan untuk mendengarkannya.

Ketika kamu berhasil menjadi diri sendiri, maka kamu akan lebih jujur dengan perasaan, penilaian dan keinginan. Kamu juga bisa menyampaikan ide, opini dan perasaan kamu ke orang lain. Nantinya kamu semakin terbuka, gembiran dan merasa bebas.  Sebaliknya jika tidak jujur pada diri, muncul perasaan tertekan, tidak nyaman, hampa, kekosongan dan rasa tidak puas.

Untuk itu, kamu perlu memupuk hubungan dan rasa saling percaya dengan diri sendiri. Dengan memperhatikan diri kamu lebih dalam, akan terbangun hubungan yang kuat. Nantinya kamu lebih percaya diri dan meyakini apa yang benar-benar baik untuk kamu. Jadi, teruslah berusaha berani menunjukkan diri kamu apa adanya ya.


Cara Menjaga Keautentikan Diri

Setelah memahami pentingnya menjadi diri sendiri, kamu bisa mulai membangun dan mempertahankan keautentikan diri. Berikut beberapa cara untuk mengembangkan dan menjaga keaslian diri:

  • Temukan kekuatan di diri kamu, lalu tingkatkan terus dan maksimalkan potensi tersebut.
  • Mengetahui dan menjalani nilai-nilai (values) yang kamu yakini dalam kehidupan.
  • Akui adanya pengaruh eksternal dan internal terhadap kebiasaan maupun perilaku kamu. Ini termasuk dari dalam diri, orang sekitar dan lingkungan kamu. Dari sana, cari tahu mana yang penting bagi kamu dan tujuan hidupmu.
  • Latih mindfulness agar lebih mengenal diri sendiri, seperti teratur melakukan refleksi diri dan menulis kebiasaan sehari-hari (journaling).
  • Membangun support system yang baik dari teman, keluarga dan rekan kerja.
  • Bangun keberanian untuk menghadapi segala rasa cemas, ketakutan dan pikiran berlebih (overthinking).
  • Lakukan kebiasaan harian yang dapat menunjukkan keaslian diri dan sesuai dengan prinsip kamu.
  • Komitmen untuk bertindak sesuai dengan setiap perkataan kamu. Ini bisa menunjukkan integritas, menumbuhkan kepercayaan dan memberi inspirasi bagi orang lain.
  • Jangan mudah berkecil hati dan tersinggung dengan opini orang lain. Sadari juga kalau kamu tidak bisa menyenangkan semua orang.
  • Belajar untuk mengatakan tidak pada hal yang tidak sejalan. Buat batasan untuk diri kamu sendiri.
  • Tau hal yang kamu prioritaskan dan selalu lakukan yang terbaik.


Baca juga: Pentingnya Langkah Kecil untuk Buat Perubahan Besar, Ini Tipsnya!


Mempertahankan Identitas Diri

Bukan hal mudah untuk menjaga keaslian diri. Seiring waktu, semua bisa berubah. Namun, naPocut sebagai sebuah brand tetap berusaha mempertahankan identitas diri sejak tahun 2005. Dalam perjalanannya, naPocut memiliki nilai-nilai yang selalu dipegang. Meski ada perubahan yang dihadapi, naPocut  tetap berusaha melakukan adaptasi tanpa melupakan identitasnya.

Salah satu bentuk identitas naPocut adalah kualitas yang tetap terjaga. Sejak awal, naPocut berkomitmen menyediakan produk-produk hijab dan pakaian muslimah yang mengedepankan kualitas, bukan hanya tampilan saja. Untuk itu, naPocut konsisten menggunakan bahan-bahan premium sebagai bentuk self revelation agar memberi kepuasan pada nicePeople. Hasilnya, produk naPocut memiliki daya tahan yang kuat dan bisa digunakan dalam waktu panjang (timeless). Gimana nicePeople, setuju kan?